Band metal | Musisi | Personel Band | Heavy Metal | Metal Core | Speed Metal | Power Metal | Death Metal | Hardcore | Punk | Punk Core | Hip Metal | Fusion Metal |

..................................

METALLICA

METALLICA adalah band papan atas dunia yang masih bertahan hingga sekarang

MEGADETH

MEGADETH

PERYPHERY

PERYPHERY band modern metal dengan konsep yang gahar dalam sound dan settingan

SEPULTURA

SEPULTURA band asal brazil

IRON MAIDEN

Iron Maiden band musik heavy metal yang sangat terkenal dan di dirikan pada 1975 di London, Britania Raya oleh pemain bas Steve Harris.

Sabtu, 08 Februari 2020

Rock in Magetan - 19 April 2020 Kantor PURR Pemkab Magetan - Jawa Timur

Mediamusikcadaskeras.com | Jakarta -
ROCK IN MAGETAN - suatu perhelatan akbar yang digarap bareng oleh Pekatik Magetan,  MADIUN SATU ARAH crew dan barzah production yang akan Di gelar minggu, 19 april 2020, dari pukul 10.00 - 22.00 wib, bertempat di Halaman kantor PUPR Kabupaten Magetan adalah suatu gelaran  rock on metal festival

Kami tidak main main dalam hal ini, kata Adhi Barzah karena ini merupakan ujung tombak pergerakkan kembali musik rock dan metal di kota magetan dan juga merupakan awal dari melebarkan sayap pergerakkan MSA ke area MADIUN RAYA (magetan, caruban, ngawi, ponorogo dan tentunya kota madiun). Dan tentunya kedepan akan hadir di kota kota diatas. Puncaknya akan diadakan di kota madiun pada bulan NOVEMBER 2020

22 band all genre dari seluruh pelosok tanah jawa dan  jakarta akan memanjakan penonton (free htm)

Band band yang akan perform
1. FROST REVENGE
2. FASIK (malang)
3. MARAVILLE SHEILA (madiun)
4. SPEED ZERO METER (jakarta)
5. BLUEKUTHUQ (surabaya)
6. REPTURE (bekasi)
7. BURNING DOG (purwokerto)
8. MR.CUKS (surockboyo)
9. ENEMY INSIDE (garut)
10. METALCOHOLLIC (surabaya)
11. LOKAPALA (ponorogo)
12. METAL RIAL (solo)
13. VEGETABLE YESTERDAY (madiun)
14. BONSAY (magetan)
15. HORE TIAP HARI (mojokerto)
16. SATANIC SCREAM (madiun)
17. HUMAN INSLAVEMENT (sragen)
18. X-FIVE (gorang gareng)
19. FLANGER (magetan)
20. FATAL ENERGY (magetan)
21. ASH ANGER (bekasi)
22. PANCI PRESTO ( caruban)

Opening, suatu kehormatan komunitas STG MAGETAN, reog dan jaranan akan membuka perhelatan akbar ini. Ujar Adhi ke awak Media

Stage 8 x 10 meter, lighting istimewa, serta alat beserta sound keren akan menunjang acara ini

DOLAN MAGETAN menjadi media partner yang selalu gencar mempromosikan event akbar ini.

Supported by :
GCI chapter MADIUN RAYA
Magetanjamsession
Bajay sound and lighting
Berkah Mulya sound
MOJOSEMI
STG
Share:

Senin, 03 Februari 2020

"Guitar Unite Us" Tema Acara GCI Bojonegoro yang digelar di GDK hotel Bojonegoro 2/2/2020

Mediamusikcadaskeras.com - Jakarta, Guitar Unite Us digelar Oleh Guitar Community of Indonesia Chapter Bojonegoro ,  Minggu 2 Pebruari 2020 di GDK Hotel Bojonegoro Jawa Timur. Acara Grand Launching GCI Bojonegoro ini juga menghadirkan gitaris-gitaris Bertalenta dari Regional Jawa Timur, kata Mirza Ketua GCI Bojonegoro.

Acara yang dibuka Oleh Mirza, dan dihadiri juga oleh Rebho Inferno Ketua Regional Jawa Timur, mengatakan Acara musik Ini, bertujuan untuk menjalin silahturahmi antar musisi khususnya gitaris di jawa timur, serta berbagi tentang ilmu Gitar, cara performance didepan publik.

Gitaris yang Ikut berpartisipasi di Grand Launching GCI Bojonegoro ini diantaranya Special performance seperti Puguh Kribo,  Rebho Inferno, Mirza Bachtiar, Raden, Ernest Muhammad, Fuad & Vermont,  Pak Guntur, Dicky,  Sastro, Wahono, Yoel Stephalen , Angga, Izad, Samsul, Aditya Marigold, Sulin, Tendik ,Diding,  Irzi Lefthanded,dan masih banyak Lagi .

Kolaborasi GCI seluruh Jawa Timur Ini, juga mencakup daerah Bojonegoro, Pare, Madiun, Gresik, Lamongan. Imbuh Rebho infierno Juga ketua regional GCI Jawa Timur.

Acara yang digelar sejak pukul 15.30 -24.00wib Ini ditutup dengan sesi foto bersama setelah penampilan dari GCI Lamongan duet irzi left handed dan Aditya Marigold. Acara ini disupport oleh GCI regional Jawa Timur, komunitas BRockC ,Hotel GDK Bojonegoro.

Rundown Grand Launching GCI Bojonegoro
16.00 - 16.12 : Mirza Bachtiar
16.12 - 16.24 : Raden
16.24 - 16.36 : Ernest Muhammad
16.36 - 16.48 : Fuad & Vermont
16.48 - 17.00 : Pak Guntur
17.00 – 17.12 : Dicky
17.12 – 19.20 : Break
19.20 - 19.32 : Sastro
19.32 - 19.44 : Wahono
19.44 - 19.56 : Yoel Stephalen (GCI Pare)
19.56 - 20.08 : Angga (GCI Madiun)
20.08 - 20.20 : Izad
20.20 - 20.32 : Rebho (GCI Pare)
20.32 - 20.54 : Pugoh Kribo (GCI Pusat)
20.54 - 21.06 : GGC
21.06 - 21.18 : Samsul (GCI Madiun)
21.18 - 21.30 : Aditya Marigold (GCI Lamongan)
21.30 - 21.42 : Sulin
21.42 - 21.54 : Tendik
21.54 - 21.66 : Diding
22.06 - 22.16 : Irzi Lefthand (ucild) (gci Lamongan)
22.16 – SELESAI : Jamming & Sesi Foto Bersama
Share:

Senin, 13 Januari 2020

Drummer Rush - Neil Ellwood Peart Tutup usia

Mediamusikcadaskeras.com | Neil Ellwood Peart, Drummer Rush Band yang lahir pada tanggal 12 September 1952 , adalah seorang musisi dan penulis dari Kanada yang populer sebagai drummer dan penulis lirik utama band rock Rush. Peart menerima banyak penghargaan untuk pertunjukan musiknya, termasuk induksi ke Modern Drummer Readers Poll Hall of Fame pada tahun 1983, menjadikannya orang termuda yang sangat dihormati. Permainan Drum-nya terkenal karena kemahiran teknisnya dan penampilan live-nya karena sifat dan stamina yang Pas

Peart lahir di Hamilton, Ontario, dan dibesarkan di Port Dalhousie, Ontario (sekarang bagian dari St. Catharines). Selama masa remaja, ia melayang di antara band-band regional dalam mengejar karir sebagai drummer penuh waktu. Setelah tugas yang mengecewakan di Inggris untuk berkonsentrasi pada musiknya, Peart kembali ke rumah, di mana ia bergabung dengan Rush, sebuah band Toronto, pada pertengahan 1974, enam tahun setelah pembentukannya. Mereka merilis sembilan belas album studio, dengan sepuluh lebih dari satu juta kopi terjual di Amerika Serikat. Billboard peringkat band ketiga untuk "album emas atau platinum paling berturut-turut oleh band rock." Di awal karirnya, gaya kinerja Peart berakar dalam di hard rock. Ia mendapatkan sebagian besar inspirasinya dari pemain drum seperti Keith Moon, Ginger Baker, dan John Bonham, pemain yang berada di garis depan dalam adegan hard rock Inggris.  Seiring waktu berlalu, ia mulai meniru musisi jazz dan big band Gene Krupa dan Buddy Rich. Pada 1994, Peart menjadi teman dan murid instruktur jazz Freddie Gruber. Selama masa inilah Peart memutuskan untuk mengubah gaya bermainnya dengan memasukkan komponen jazz dan swing.

Selain berperan sebagai penulis lirik utama Rush, Peart menerbitkan beberapa memoar tentang perjalanannya. Lirik-liriknya untuk Rush membahas tema-tema universal dan beragam subjek termasuk fiksi ilmiah, fantasi, dan filsafat, serta tema-tema sekuler, kemanusiaan, dan libertarian. Peart menulis total tujuh buku nonfiksi yang berfokus pada perjalanan dan kisah pribadinya.

Pada 7 Desember 2015, Peart mengumumkan pengunduran dirinya dari musik dalam sebuah wawancara dengan Drumhead Magazine, meskipun teman satu bandnya Geddy Lee bersikeras bahwa Peart dikutip di luar konteks, dan menyarankan Peart "hanya beristirahat". Namun, pada Januari 2018, teman satu band Alex Lifeson mengkonfirmasi bahwa Rush pensiun karena masalah kesehatan Peart. Selama tahun-tahun terakhirnya, Peart tinggal di Santa Monica, California, bersama istrinya, fotografer Carrie Nuttall, dan putrinya Olivia. Setelah tiga tahun sakit, Peart meninggal karena glioblastoma pada 7 Januari 2020, pada usia 67 tahun
Share:

Jumat, 13 Desember 2019

Lauching single kedua HCR dibanjiri Fans di Cafe Bang Black Jakarta Utara

Mediamusikcadaskeras.com - Jakarta, Band HCR dibawah naungan Lavanaa Management, HCR band merilis single album kedua mereka dengan judul "Sudah Jadi Artis". Frontman HCR
Yudie Raflyz, sang vokalis menuturkan bahwa, album ini dibuat sengaja memberi jawaban dari album pertama mereka dengan judul "Pengen Jadi Artis".
"Sebenarnya lagu ini adalah jawaban dari album pertama kami"lanjut Yudie.

Group band yang suka berpakaian nyentrik ini sangat mudah dikenali dari dandanan mereka yang seksi dan berani tampil beda, ditambah dari sikap humoris dan kocak di setiap penampilannya, serta lirik-lirik mereka yang kocak dan penuh canda. Tidaklah mengherankan dalam waktu singkat HCR band mempunyai banyak fans dan dikenal di tanah air. Bahkan album pertama mereka cukup laris dan langsung diterima pasar.

Launching single kedua ini berlangsung di Bang Black Cafe & Resto jl. Kramat Jaya no.8 Jakarta Utara, Rabu 11 Desember 2019, HCR Band melakukan lounching single albumnya, tampak hadir di acara itu para penyanyi, pencipta lagu, musisi dan fans setia HCR.

Lagu Sudah Jadi Artis bercerita tentang rasa syukur para personal HCR kepada Allah SWT karena doa dan keinginan mereka telah terkabulkan.
"Doa kami ingin jadi artis,sekarang telah tercapai,tentu kami sangat bersukur kepada Allah SWT,sebagai rasa syukur itu kami buat lagu ini"kata Yudie.
Disinggung tentang pencipta dan arrancement nya,Yudie menjelaskan lagu ini diciptakannya sendiri,sedangkan musiknya di garap sendiri bersama personal HCR.
Dialbum yang kedua ini aliran musiknya sama seperti pada album pendahulu,ini sudah jadi ciri khas kami,pungkasnya.

Proses pembuatan lagu ini terbilang cukup singkat hanya berlangsung Satu hari saja, tetapi proses produksi musik nya mencapai satu minggu. Untuk proses pengambilan gambar video klip nya di sekitaran hotel Indonesia dan kawasan Monumen Nasional.
Didalam album ini terdapat banyak genre musik seperti ska,reggae,rock,melayu, pop dan koplo.

Yudie HCR berharap album kedua ini kembali sukses seperti album pertama mereka.untuk mencapai semua itu pihak manajemen mengaku berusaha semaksimalnya mempromosikan album ini, baik lewat media cetak maupun media elektronik.

Susunan personil HCR band, Yudie Raflyz (vokalis),Mahdon Dart (gitar), Bannie Haryadi (bass),Nyome Ryan (drumer)
Share:

Senin, 25 November 2019

Gitaris Rock papan atas ikut merayakan Ultah GCI yang ke 10 Di bandara City mall


Mediamusikcadaskeras.com, Jakarta - Guitar Community of Indonesia (GCI) merayakan hari jadinya yang ke 10 di Bandara City mall Jakarta barat. Acara Ulang tahun yang diselenggarakan kolaborasi GCI Jakarta , dan GCI Tangerang yang diketuai Eza Somantri dan digelar pada Minggu 24 November 2019 , tampil puluhan musisi, baik gitaris solo maupun band. dan disupport oleh banyak sponsor seperti Doremi Musik, Laney amplifikasi, Valeton,  Delta musik.

Diantara para musisi yang hadir dan turut menyemarakkan acara Ulang tahun GCI itu terdapat nama nama gitaris populer seperti John Paul Ivan (Ex Boomerang), Jikun (/riff), Edo Widiz (VooDoo), dan gitaris nyentrik pemecah rekor dunia dengan gitar 6 neck yaitu Puguh Kribo.

Para gitaris populer itu ada yang tampil secara solo dan ada yang tampil berkolaborasi antara satu dengan yang lain. Jikun pada malam itu tampil solo dengan membawakan satu lagu instrumentalis karyanya. Sementara John Paul Ivan dan Edo Widiz tampil berkolaborasi dengan band The Tritorium personel terdiri dari Puguh Kribo,  Tigor Nainggolan pada drum dan Irwan marwan pada bass


Usai tampil, Jikun mengucapkan terima kasih dan selamat ulang tahun kepada GCI, bahkan ia juga berharap GCI makin hebat.

“Terima kasih buat GCI, dan selamat ulang tahun ke 10, semoga kedepan GCI semakin oke,” sapa Jikun usai tampil.

Senada dengan Jikun, John Paul Ivan atau yang kerap disapa JPI juga menyampaikan rasa terima kasihnya bisa menjadi bagian dari acara ultah GCI.

“Saya ucapkan terima kasih kepada GCI, ini acara bagus, semoga GCI kedepan makin jaya dan bisa membuat event yang lebih besar lagi. Maju terus GCI,” jelas JPI dengan teriakan lantang.

Lebih lanjut JPI menambahkan, acara semacam ini sangat bagus, bisa dijadikan  sebagai ajang silaturahmi gitaris dari komunitas GCI cabang manapun dan juga yg bukan anggota GCI.

“Mereka bisa saling bertemu, saling mempromosikan karyanya di stage atau sekedar menuangkan rasa ingin mereka utk tampil didepan publik. Kedepan saya berharap supaya penyelenggaraan acara bisa memilih tempat yang representatif, biar menarik minat penonton  lebih banyak lagi  utk datang dan mengapresiasi acaranya,” tambah JPI.

Dalam acara tersebut, JPI berkesempatan memainkan 2 buah lagu instrumentalia yang diambil dari album solonya yaitu ANGEL AND DEVIL, dan SIX SENSE. JPI  berkolaborasi dengan band The Tritorium. Sedangkan Edo yang juga berkolaborasi dengan band the Titorium memainkan sebuah lagu milik Deep Purple yaitu Smoke On The Water secara Instrumentalisme

Menurut Founder yang juga sekaligus Ketua Umum GCI Puguh Kribo, sejauh ini chapter GCI sudah ada di beberapa kota  di Indonesia, diantaranya  GCI Jakarta, GCI Tangerang, GCI Bogor, GCI Bekasi, GCI Pare, GCI Madiun, GCI Bojonegoro, GCI Surabaya, GCI Palembang, GCI Lampung, GCI Samarinda, GCI Ambon, GCI Balikpapan, GCI Semarang, GCI Medan dan GCI Lamongan. Disela-sela Acara juga dibagikan KTA (kartu anggota) bagi member yang sudah mendaftar melalui online

“GCI sampai saat ini sudah  tersebar di beberapa kota di Indonesia, hampir 16 kota, kedepan saya punya target sebisa mungkin ada di  33 kota,” jelas Puguh Kribo founder GCI

Lebih lanjut Puguh menambahkan tentang apa rencana kedepan dari komunitas GCI yang dipimpinnya ini.

”Rencana ke depan GCI akan ditekankan memperkuat struktur pengurus, anggota, dan mengarah pada komunitas gitar ygmemiliki visi dan visi seperti yang tertera pada AD/ART GCI. Selain itu  target kedepan akan mengadakan event yg melibatkan semua musisi di indonesia dan  luar negeri, serta turut berperan serta memajukan pariwisata musik di Indonesia,” tambah Puguh.

Seperti halnya komunitas atau organisasi lainnya, keberadaan GCI selalu ingin mengedepankan manfaat bagi para anggotanya, baik secara langsung maupun tidak langsung.

”Kami terus berupaya agar keberadaan GCI selalu dapat membawa manfaat bagi para anggotanya, setidaknya kita bisa belajar banyak bagaimana berorganisasi, berkomunitas, sharing permainan hingga meng-organize diatas panggung. Selain itu menjalin komunikasi antar member  sehingga bias berbagi info tentang bagaimana bermain gitar, musik dengan baik, serta bagaimana cara diendorse oleh perusahaan musik atau label musik,” tutup Puguh.kribo

Berikut susunan acara dan nama nama soloist maupun band yang tampil diacara Ulang Tahun  GCI ke 10, di Bandara cita mall Jakarta Barat, Minggu 24 November 2019.

11.00 – 11.15 OPENING MC
11.15 – 11.30 ASNIZAR
11.30 – 11.45 PANJI WICAKSONO
11.45 – 12.00 BREAK DZUHUR
12.00 – 12.15 JUPITER BAND
12.15 – 12.30 HABIBUR
12.30 – 12.45 JEZIEL AW
12.45 – 13.00 SATRIA BAND
13.00 – 13.15 UCUP
13.15 – 13.30 THE OTHERSIDE
13.30 – 13.45 ELON
13.45 – 14.00 DIDIN DOBLOH
14.00 – 14.15 SHADIQA
14.15 – 14.30 DODDY HENDRAWAN
14.30 – 14.45 POWER OF ROCK
14.45 – 15.00 BREAK ASHAR
15.00 – 15.15 IRFAN MAULANA
15.15 – 15.30 RIDO ARMANSYAH
15.30 – 15.45 EKO PRASETYO
15.45 – 16.00 DOREMI SPEAK
16.00 – 16.30 LANEY SPEAK
16.30 – 16.45 DANNY BOENG
16.45 – 17.00 KURUSETRA
17.00 – 17.15 TOBAT BAND
17.15 – 17.30 QOBBASAT
17.30 – 17.45 RANGKA BAND
17.45 – 18.00 BREAK MAHGRIB
18.00 – 18.15 DE’BRODERS
18.15 – 18.30 POCHINKI BAND
18.30 – 18.45 NAN & FRIENDS
18.45 – 19.00 BEND’ERA
19.00 – 19.15 CUTEPAPA
19.15 – 19.30 ZENDHY KUSUMA
19.30 – 19.45 JIKUN /RIF
19.45 – 20.00 THE TRITORIUM
20.00 – 20.15 EDO WIDIZ ft TRITORIUM
20.15 – 20.30 JOHN PAUL IVAN ft TRITORIUM
20.30 – 21.00 JAM SESSION.

Share:

Jumat, 05 Juli 2019

Antartick feat. Noh Salleh – Hujan Berlalu dari single perdananya 'Kebas'

Www.mediamusikcadaskeras.com - Antartick feat. Noh Salleh – Hujan Berlalu dari single perdananya 'Kebas', band asal Bogor Antartick kini memiliki amunisi baru. Sebuah lagu bertema penyesalan yang mereka nyanyikan bersama penyanyi kenamaan Negeri Jiran; Noh Salleh, berjudul 'Hujan'. Bagi band yang digawangi Joean Lasta (vokal), Anang (gitar) dan Helvi (bass), lagu 'Hujan' adalah ungkapan bersalah yang mendalam. Rasa sakit yang teramat sangat. "Kalau diibaratkan seperti luka yang masih segar. Seperti tanah yang belum kering setelah guyuran hujan semalaman," ujar Helvi. Saking mendalamnya, penyesalan tersebut pun hanya bisa disampaikan dengan keluhan panjang "Aaaaaaaaaaaarrgh….”. Jika dicermati secara aransemen pun lagu ini tak seperti lagu kebanyakan. Hati-hati terheran-heran.

Antartick pun lagi-lagi tak sendirian. Noh Salleh yang dipinang mereka pun memberikan persetujuan untuk berkolaborasi dalam lagu ini. Musik Noh dan bandnya yang juga kebetulan bernama Hujan menemani pertumbuhan Antartick. Belum lagi musikalitas Noh yang sangat luas pun mencuri perhatian Antartick.
Noh dikenal dengan bandnya yang nge-rock dan bermusik "bising" namun ternyata project solonya sangat bertolakbelakang. Noh memilih musik folk jazz,
sementara ia sangat mencintai rockabilly dan oldies song.

Proses pembuatan lagu ini pun memakan waktu cukup lama. ‘Kerjasama dua negara’ membuat Antartick harus bersabar dalam menyelesaikan 'Hujan'. Noh memilih untuk take vocal di Indonesia saja dan hal itu membuat banyak waktu yang terlewatkan. "Tapi ini hasil yang sangat kami sukai. Noh orang yang luar biasa dan perfectionist dalam berkarya. Buat kami seperti banyak dapat ilmu baru saat proses pembuatan lagu ini. Belum lagi sosok Noh yang jahil dan humoris," tutur Joean. Garis merah dari judul single 'Hujan' yang juga dibuat dan dipersembahkan oleh band dari kota Hujan berkolaborasi dengan vokalis band Hujan dari Malaysia.

Seperti sebuah takdir dan chemistry yang terjalin tanpa rencana.Single ‘Hujan’ sudah tersedia di iTunes, Apple Music, Spotify, Joox dan berbagai
digital store lainnya.

Credit :
Title : Hujan
Artists : Antartick feat. Noh Salleh
Composer : Anang & Helvi
Producer : Anang
Publisher : Aquarius Pustaka Musik

Contact Person
Band : Anang – 0878 7465 4710
Radio Promotion : Inaokem – 0812 84744833
Media Coordinator : Yuliadian – 0817 4122 584

Social Media
Instagram : @band.antartick
Facebook : @AntartickMusic
YouTube : www.youtube.com/antartick

Share:

Sabtu, 22 Juni 2019

The Jono Launching Album Perdananya "Energy Full Distortion "

Jakarta - The Jono band Pendatang Baru asal Jakarta Launching Album Perdananya di Wajik Studio Pondok Aren di Tangerang Selatan.  album yang bertajuk "Energy Full Distortion" Ini dikemas sederhana dengan cover dan CD didalamnya.  CD dibandrol Rp. 25.000 /keping.

Acara di Wajik studio tanggal 22 Juni 2019 dimulai pada pukul 19.00-selesai ini dihadiri oleh Band-band Metal, The Jono merupakan Band yang beraliran Grunge ini juga mengundang beberapa Musisi Metal, Grunge, Rock,  bahkan soloists. Ada beberapa Band Metal seperti Aaargh ada Jameel dan beberapa personilnya, ada Puguh Kribo gitaris six necks yang juga diundang oleh The Jono, Sabor band, Kartel, Anto gimbal, North side, dan Coburn.

Track list di Album The Jono Ada 9 lagu yang ditampilkan Di wajik Studio , seperti :

1. Fucking Nise

2. I'm Hate

3. Heaven my world

4. I'm Free Yeahh

5. Energy full Distortion

6. Viralkan

7. I member you

8. Boring

9. P. H. P

Lagu andalan yang mereka andalkan "Energy Full Distortion". Karakter lagu banyak mengandalkan Effect-effect flanger, teknik picking, noise ,serta feedback, dari Sound amplifier,  serta teriakan vocal serta variasi drum yang fanatik ke Grunge.

Personal The Jono Syahrul Martono (Alur) Lead vocal Dan lead Gitar,   Erwin pada Bass , Achmad Subekti (Matt) pada Drum .informasi Band 0813-8636-8725. Instagram @jonoseattlesoundofficial .
Share:

.

viewer

Blog Archive

Instagram

#guitars #gitarisklinik www.gitarisklinik.com

A photo posted by gitarisklinik | guitarclinic (@gitarisklinik) on

twitter

Video Youtube

Video Megadeth